Koperasi dan UMKM | 09-Jun-2026
Semarang, 08/6 (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebutkan bahwa jumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut saat ini mencapai 4,2 juta pelaku usaha dan menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
"UMKM merupakan 'backbone'-nya (tulang punggung) ekonomi Provinsi Jawa Tengah, yang menjadi andalan kita, sehingga selalu kita bina," katanya, saat Rapat Paripurna DPRD Jateng di Gedung Berlian, Semarang, Senin.
Menurut dia, besarnya jumlah UMKM tersebut menjadi kekuatan penting dalam menjaga ekonomi daerah.
Karena itu, kata dia, pemerintah tidak hanya mendorong pelaku usaha bertahan, tetapi juga naik kelas melalui akses permodalan, pendampingan, pengemasan produk, hingga pemasaran.
Ia menegaskan bahwa Pemprov Jateng akan terus memperkuat pendampingan terhadap pelaku UMKM agar lebih tahan dalam menghadapi dinamika politik.
Berbagai upaya dilakukan untuk menjaga keberlangsungan UMKM di wilayah tersebut, di tengah nilai tukar rupiah yang sedang melemah.
Selain modal, Pemprov Jateng juga mendorong penguatan kualitas produk agar UMKM lebih kompetitif, mencakup pembenahan kemasan produk, pemasaran, hingga peluang masuk ke rantai ekspor.
Terkait dampak pelemahan rupiah terhadap bahan baku, Gubernur mengatakan pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri, dan butuh kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari sektor jasa keuangan, perbankan, pelaku usaha, dan lainnya.
"Kita harus gandeng BI (Bank Indonesia), kemudian OJK (Otoritas Jasa Keuangan), kemudian bidang usaha, kemudian bank di tempat kita. Jadi bersama-sama untuk bisa menyelesaikan," katanya.
Follow media sosial kami untuk mendapatkan produk terbaik, informasi, pengalaman menarik dan inspiratif.
Kami adalah e-commerce hybrid, sebuah rumah untuk memasarkan produk UMKM Indonesia kualitas terbaik. Nikmati produk kuliner, fashion, kriya, minuman herbal, dan jasa. Juga rubrik Inspiring Life, Jurnal & Peraturan, Berita.