Koperasi dan UMKM | 07-Apr-2026
Samarinda, 07/4 (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tengah memperkuat benteng pertahanan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai upaya menciptakan kemandirian ekonomi daerah, agar tidak bergantung pada sektor sumber daya alam (SDA) ekstraktif, tetapi juga tangguh terhadap fluktuasi ekonomi luar negeri.
"Kita harus menyiapkan langkah strategis untuk UMKM dengan optimalisasi bahan baku lokal, peningkatan inovasi, serta percepatan digitalisasi guna menjaga keberlangsungan ekonomi daerah," kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Kaltim, Ali Wardana, di Samarinda, Senin.
Ia menjelaskan bahwa ketegangan geopolitik internasional saat ini berdampak sistemik pada stabilitas ekonomi domestik. Fluktuasi harga bahan baku dan gangguan rantai pasok global menjadi tantangan nyata yang harus diwaspadai.
"Geopolitik global memicu kenaikan harga dan keterbatasan pasokan. UMKM kita menjadi salah satu sektor yang paling rentan karena banyak yang masih bergantung pada bahan baku impor serta jalur distribusi yang belum stabil," ujar Ali Dalam Dialog Publik Bertajuk "Dampak Geopolitik Ancam UMKM Kaltim" yang digelar di Samarinda.
Menurut Ali, kunci menghadapi ketidakpastian ini adalah kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga keuangan.
Ia menekankan bahwa dukungan pembiayaan yang inklusif, pelatihan manajerial, hingga pembukaan akses pasar baru adalah fondasi utama agar UMKM tidak sekadar bertahan, tetapi juga mampu naik kelas.
Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman, Zainal Abidin, yang hadir sebagai narasumber, menyoroti pentingnya strategi mitigasi risiko.
Ia memaparkan bahwa di balik ketidakpastian global, terdapat peluang bagi UMKM untuk melakukan substitusi impor dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya alam lokal Kalimantan Timur.
"UMKM harus jeli melihat celah. Ketika produk impor melambung harganya, inilah momentum bagi produk lokal dengan inovasi digital untuk mengambil alih pasar," jelas Zainal.
Melalui forum dialog ini, Pemprov Kaltim berharap para pelaku UMKM semakin tangguh dan adaptif. Transformasi digital tidak lagi dipandang sebagai pilihan, melainkan keharusan untuk memperluas jangkauan pasar, baik di level nasional maupun internasional, di tengah ketidakpastian dunia.
Pewarta : Arumanto
Editor : Sambas
Follow media sosial kami untuk mendapatkan produk terbaik, informasi, pengalaman menarik dan inspiratif.
Kami adalah e-commerce hybrid, sebuah rumah untuk memasarkan produk UMKM Indonesia kualitas terbaik. Nikmati produk kuliner, fashion, kriya, minuman herbal, dan jasa. Juga rubrik Inspiring Life, Jurnal & Peraturan, Berita.