Koperasi dan UMKM | 13-Apr-2026

UMKM lokal Dainichi rambah pasar nasional melalui E-Commerce

Makassar, 10/4 (ANTARA) - Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal Dainichi yang memproduksi bahan baku gula aren berhasil merambah pasar nasional setelah memanfaatkan pemasaran produknya melalui E-Commerce atau perdagangan elektronik ke sejumlah daerah di Indonesia.

"Awalnya saya pulang kampung berlebaran di Bone dan melihat banyak sekali gula merah, tapi dibiarkan rusak, karena tidak ada orang yang beli. Dari situ muncul ide, ini salah satu peluang usaha," ujar Founder Dainichi Muhammad Ridwan di Makassar, Jumat.

Berbekal ide itu, dan prihatin melihat gula merah terbuang sia-sia di kampung halamannya Kabupaten Bone, ia lalu memikirkan mengolah bahan baku tersebut menjadi lebih bernilai dibuat cair dan bubuk. Hasilnya, komoditi dari desa itu, kini merambah ke pasar nasional.

Berbekal tabungannya selama bekerja sebagai pengawas sebesar Rp10 juta, itu dijadikan modal awal membeli gula merah di penampungan untuk dipasarkan ke gerai-gerai Kamsia Boba, kala itu sedang tren di Makassar.

Seiring waktu berjalan, ia terus memperbaharui kemasan produknya agar tampilan lebih modern memudahkan pemasaran termasuk kualitas pengolahannya produknya ditingkatkan serta pengurusan izin-izin resmi usaha UMKM. Ia juga ikut bergabung bersama komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA).

Meski sempat jatuh bangun menjalankan UMKM tersebut, karena kedisiplinan maupun ketekunan pada usaha itu, Tuhan akhirnya menjawab doanya. Puncaknya, pada 2022 permintaan bahan gula aren meningkat pesat, seiring tren es kopi gula aren di Jakarta merambah ke Kota Makassar.

Permintaan bahan baku gula aren meningkat. Hampir semua cafe di Makassar mulai menyajikan menu es kopi susu gula aren. Secara otomatis meningkatkan penjualan bahan bakunya. Ia pun memilih berhenti dari pekerjaannya, menjadi pengusaha mendirikan usaha sendiri.

Almunus Fakultas Antropologi Universitas Hasanuddin (Unhas) itu kemudian memutuskan merekrut beberapa rekannya untuk bekerja membantu pengembangan usaha, termasuk perbaikan kualitas produk menggunakan mesin pengering.

Seiring perkembangan teknologi digital saat badai COVID-19 melanda, platform e-commerce atau toko online diminati masyarakat. Di situlah ia bekerja sama dengan Shopee untuk meningkatkan penjualan. Alasannya penjualan konvensional kala itu sulit. Alhasil, penjualannya terus meningkat setiap tahun.

"Kalau di Shopee ribuan terjual. Sekarang, sehari antara 100-200 paket. Kalau dikumpulkan per tiga bulan, kita sebut kuartal, itu bisa sampai 5.000-6.000 paket. Tahun ini di kuartal pertama 5.000 paket melalui Shopee. Omzetnya sudah 25 persen, awalnya 10 persen dan naik terus," ujar dia.

Selain market place Shopee, penjualan off line atau konvensional juga dijalankan. Pemasarannya di kafe-kafe, toko retail, hingga supermarket dengan omzet cukup besar. Pemasaran produknya kini sudah merambah ke kancah nasional.

Brand Dainichi dipilih, kata dia menambahkan,. Pertama, ingin ke Jepang, tapi tidak kesampaian akhirnya memilih nama Dainichi salah satu gunung di Jepang. Kedua, dipresepsikan baik dan bagus, terkesan elegan nama luar negeri. Brand tersebut dipilih setelah sebelumnya brand Arenesia diklaim orang.

"Target kami, menjadi penyuplai gula aren terbesar di Indonesia Timur. Tahun ini sudah merambah pasar di Jawa dan Sumatera. Doakan, semoga produk UMKM lkal ini dieskpor untuk di pasarkan ke luar negeri," kata Wawan dengan nada optimis.

 

 


Pewarta : M Darwin Fatir
Editor : Virna P Setyorini

Berita terkait

|

IKUTI MEDIA SOSIAL KAMI

Follow media sosial kami untuk mendapatkan produk terbaik, informasi, pengalaman menarik dan inspiratif.

SEKILAS

Kami adalah e-commerce hybrid, sebuah rumah untuk memasarkan produk UMKM Indonesia kualitas terbaik. Nikmati produk kuliner, fashion, kriya, minuman herbal, dan jasa. Juga rubrik Inspiring Life, Jurnal & Peraturan, Berita.

Copyright © 2026 | Powered by Bumi Alumni