Koperasi dan UMKM | 18-May-2026

Yogyakarta rancang Koperasi Merah Putih hidupkan UMKM dan batik

Yogyakarta, 16/5 (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta merancang Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) dapat memproduksi batik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun wisatawan agar bisa menghidupkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan pengrajin batik daerahnya.

"Mengingat Yogyakarta sebagai kota batik yang ditetapkan oleh UNESCO, kita ingin mewujudkan kemampuan Koperasi Merah Putih menghidupkan UMKM dan pengrajin batik," kata Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo di sela mengikuti peresmian operasionalisasi KDKMP secara daring di Gunungketur, Yogyakarta, Sabtu.

Hasto mengatakan, Kota Yogyakarta sebagai kota batik setahun lalu belum banyak perajin batik cap untuk seragam dalam jumlah besar. Tetapi kini sudah ada di delapan KKMP yang memproduksi batik Segoro Amarto, salah satunya batik dengan metode cap.

Oleh karena itu, Pemkot berharap KKMP di Yogyakarta mempunyai pengrajin-pengrajin batik yang salah satu koperasinya bisa menjadi pengepul, yang kemudian bisa melayani kebutuhan batik di Yogyakarta dan para pengunjung dan wisatawan.

"Sekarang ini Koperasi Merah Putih menyiapkan diri untuk produksi batik gelombang kedua untuk anak-anak sekolah yang jumlahnya 65.000 lembar," katanya.

Pemkot, lanjut dia, saat ini juga sedang menyiapkan lahan untuk membangun gerai KKMP. Dari Kasultanan Ngayogyakarta memberikan palilah atau hak penggunaan lahan sekitar 3.000 meter persegi di wilayah Umbulharjo.

Rencananya lahan seluas 1.000 meter persegi untuk infrastruktur KKMP, kemudian 1.000 meter persegi untuk bioflok memelihara ikan lele yang dikelola KKMP. Kemudian 1.000 meter persegi lagi untuk integrated farming program guna mengolah pupuk.

"Kita juga ingin membikin pupuk, kemudian nanti pupuknya juga bisa dijual. Ini sekaligus mengatasi sampah, karena sampah jadi pupuk," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Yogyakarta Tri Karyadi Riyanto mengatakan saat ini dari 45 kelurahan yang sudah punya aktivitas KKMP ada 32 kelurahan. Meski belum ada gerai, aktivitas KKMP masih memanfaatkan lahan-lahan milik pengurus.

Usaha yang dikembangkan antara lain ada batik, penyediaan bahan pokok dan jasa Layanan Keuangan Tanpa Kantor, termasuk bermitra dengan hotel-hotel dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung operasional makan bergizi gratis (MBG).

"Misalnya di Gunungketur memang sentra batik, jadi kita dorong KKMP punya aktivitas berdasarkan potensi lokal. Harapannya, dengan koperasi ini para pengrajin batik tidak berjalan sendiri. Namun mengurus bahan baku sampai memasarkan melalui koperasi," katanya.



Pewarta : Hery Sidik
Editor : Ahmad Wijaya
Berita terkait

|

IKUTI MEDIA SOSIAL KAMI

Follow media sosial kami untuk mendapatkan produk terbaik, informasi, pengalaman menarik dan inspiratif.

SEKILAS

Kami adalah e-commerce hybrid, sebuah rumah untuk memasarkan produk UMKM Indonesia kualitas terbaik. Nikmati produk kuliner, fashion, kriya, minuman herbal, dan jasa. Juga rubrik Inspiring Life, Jurnal & Peraturan, Berita.

Copyright © 2026 | Powered by Bumi Alumni