Koperasi dan UMKM | 19-Jun-2026
Banjarmasin, 18/6 (ANTARA) - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menggandeng Grab Indonesia dan OVO mempercepat digitalisasi pelaku UMKM di berbagai daerah melalui Program Kota Masa Depan: Berani Digital, untuk meningkatkan daya saing dan perluasan pasar.
“Program Kota Masa Depan UMKM mencakup pelatihan, pendampingan usaha, akses pembiayaan digital, serta penguatan pemanfaatan teknologi,” kata Asisten Deputi Kemitraan Rantai Pasok dan Pemasaran Usaha Kecil Kementerian UMKM Yogia Prihartiny pada kegiatan Program Kota Masa Depan UMKM yang digelar Grab dan OVO, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis.
Ia menyampaikan bahwa program ini mendorong pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan memperkuat daya saing di tengah perkembangan ekonomi digital.
“Transformasi digital UMKM bukan sekadar hadir di platform online, tetapi bagaimana pelaku usaha mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing melalui teknologi,” ujarnya.
Yogia mengapresiasi Grab Indonesia yang secara konsisten berkolaborasi dengan pemerintah maupun dengan stakeholder lainnya dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital, memperluas akses pasar, serta membuka peluang usaha dan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia.
Head of Expansion Operations Territory Grab Indonesia Yose Tireza Arizal mengatakan, Banjarmasin menjadi kota ke-17 pelaksanaan Program Kota Masa Depan: Berani Digital hasil kolaborasi Grab, OVO, dan Kementerian UMKM.
Program ini telah membantu lebih dari 200 ribu UMKM masuk ekosistem digital serta menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp6 triliun kepada mitra UMKM dan pengemudi melalui GrabModal by OVO Finansial sejak 2021.
Pada kegiatan di Banjarmasin, Yose mengatakan sebanyak 25 UMKM terpilih menerima dukungan modal melalui Program GrabModal Mantul setelah melalui proses seleksi berbasis risiko dan performa usaha, yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas usaha, serta membuka peluang kerja baru di daerah.
Wakil Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Anggana Bunawan mengatakan, pelaku UMKM masih menghadapi tantangan akses pasar, pembiayaan, dan keterhubungan dengan rantai nilai, sehingga membutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat daya saing dan mendorong UMKM naik kelas.
Asisten Deputi Perlindungan Konsumen dan Edukasi Keuangan serta Layanan Manajemen Strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalsel Andy Rahman Yuliman menekankan pentingnya literasi dan inklusi keuangan, agar pelaku UMKM dapat memanfaatkan layanan keuangan digital secara optimal, sekaligus menjaga keamanan data dan kewaspadaan terhadap penipuan digital.
Wakil Wali Kota Banjarmasin Ananda menyambut baik program tersebut, karena sejalan dengan upaya pemerintah daerah memperkuat daya saing UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah, khususnya sektor perdagangan dan ekonomi kreatif, dengan lebih dari 26 ribu UMKM berperan aktif serta pertumbuhan ekonomi Banjarmasin sebesar 5,66 persen pada 2025.
Follow media sosial kami untuk mendapatkan produk terbaik, informasi, pengalaman menarik dan inspiratif.
Kami adalah e-commerce hybrid, sebuah rumah untuk memasarkan produk UMKM Indonesia kualitas terbaik. Nikmati produk kuliner, fashion, kriya, minuman herbal, dan jasa. Juga rubrik Inspiring Life, Jurnal & Peraturan, Berita.