Koperasi dan UMKM | 29-Aug-2026
Medan, 28/8 (ANTARA) - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengedukasi pelaku UMKM dari berbagai daerah agar mampu naik kelas, khususnya dalam hal penguasaan digital sehingga produk yang dihasilkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Edukasi dilakukan dengan pelaksanaan diskusi dan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara FEB UMSU dengan 100 pelaku UMKM, yang salah satu tujuannya mempertemukan pelaku UMKM dari Kota Medan, Binjai, Langkat, Deli Serdang, dan Serdang Bedagai dengan akademisi, praktisi, perbankan, dan pemerintah daerah.
Rektor UMSU Prof Akrim di Medan, Jumat, menyampaikan transformasi digital menjadi salah satu tantangan utama yang harus segera dihadapi pelaku UMKM. Produk-produk UMKM dinilai harus mampu masuk ke ekosistem digital agar tidak tertinggal dalam persaingan pasar yang semakin berkembang.
"Produk UMKM harus sudah masuk di dunia digital karena kalau tidak akan ketinggalan. Harus ada teknologi yang hadir untuk menyatukan tanpa harus membayar. Insyaallah UMSU siap membuat aplikasi dan mengundang masing-masing UMKM," katanya.
Dia mengatakan aplikasi tersebut nantinya diharapkan dapat mempermudah UMSU dalam menghimpun, memperkuat, dan memberdayakan pelaku UMKM.
"Ini mempermudah UMSU memperkuat dan memberdayakan UMKM. Kami ingin menaikkan kelas UMKM, teknologi sudah sangat baik dan kami siap menghimpun masyarakat," katanya.
Rektor juga berharap seluruh UMKM yang selama ini telah mendapatkan pembinaan dari UMSU dapat disatukan dalam sebuah ekosistem yang lebih kuat, sehingga berbagai produk UMKM yang dihasilkan dapat semakin dikenal dan memiliki akses pasar yang lebih luas.
"Kami harap UMKM yang sudah dibina UMSU bisa disatukan karena kita juga banyak produk-produk UMKM. Kita terbuka dengan UMKM," katanya.
Dia berpesan kepada para pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan tersebut diharapkan tidak sekadar hadir dan mendengarkan materi, tetapi juga mampu memperoleh manfaat nyata dari kolaborasi yang dibangun.
Sementara Dekan FEB UMSU Dr. Radiman mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk membangun ekosistem baru bagi pengembangan UMKM, khususnya dalam mempertemukan pelaku usaha dengan dunia akademik, praktisi, dan mitra perbankan.
"Ini untuk membangun ekosistem baru karena banyak persoalan yang terjadi, mulai dari belum terjadinya sinkronisasi antara UMKM, praktisi dan mitra perbankan yang ada di Kota Medan. Sehingga FEB mencoba mengurai persoalan dan solusinya sehingga UMKM semakin tumbuh dan diminati," katanya.
Menurut dia, penguatan UMKM menjadi tantangan bersama di tengah kondisi pertumbuhan ekonomi yang dinilai masih menghadapi berbagai tantangan.
"Pertumbuhan ekonomi agak sedikit lesu. Menurut BPS, dari sekitar 250 juta penduduk, hanya 66 juta jiwa yang mau menjadi UMKM. Inilah menjadi tantangan kita bersama," katanya.
Dia berharap forum tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang kolaborasi yang berkelanjutan sehingga pelaku UMKM mendapatkan pendampingan serta solusi konkret terhadap persoalan yang mereka hadapi.
Follow media sosial kami untuk mendapatkan produk terbaik, informasi, pengalaman menarik dan inspiratif.
Kami adalah e-commerce hybrid, sebuah rumah untuk memasarkan produk UMKM Indonesia kualitas terbaik. Nikmati produk kuliner, fashion, kriya, minuman herbal, dan jasa. Juga rubrik Inspiring Life, Jurnal & Peraturan, Berita.