Koperasi dan UMKM | 01-Sep-2026
Kupang, NTT, 31/8 (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, memperkuat ekosistem ekonomi kreatif (ekraf) berbasis potensi lokal untuk mendorong pertumbuhan usaha, memperluas akses pasar dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang Josefina MD Gheta di Kupang, Senin, mengatakan jumlah pelaku usaha ekonomi kreatif di daerah itu terus bertambah, dari 460 usaha yang terverifikasi pada akhir 2024 menjadi 467 usaha aktif pada akhir 2025 dan mencapai 577 usaha hingga akhir Agustus 2026.
“Pertumbuhan ini menunjukkan semakin banyak warga yang memanfaatkan kreativitas dan potensi lokal sebagai bagian dari kegiatan ekonomi,” katanya.
Hal itu disampaikan berkaitan dengan upaya Pemkot Kupang memperkuat sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat melalui pengembangan subsektor unggulan dan perluasan akses pasar.
Ia menjelaskan subsektor kriya menjadi yang paling dominan dengan 161 usaha, disusul kuliner sebanyak 140 usaha dan fesyen 116 usaha.
Menurut dia, ketiga subsektor tersebut menjadi unggulan karena memiliki basis bahan baku lokal, kekuatan budaya, pasar yang relatif luas, serta keterkaitan dengan sektor pariwisata.
“Contoh yang sangat berkembang antara lain tas, dompet dan pakaian yang dimodifikasi dengan kain tenun sebagai bahan dasar lokal,” ujarnya.
Josefina mengatakan pertumbuhan ekonomi kreatif juga memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat karena sektor tersebut relatif padat karya dan membutuhkan keterampilan manusia dalam proses produksinya.
Pertumbuhan satu usaha kreatif, kata dia, dapat menciptakan lapangan kerja bukan hanya bagi pemilik usaha, tetapi juga bagi tenaga kerja yang terlibat dalam produksi, pemasaran, desain, distribusi dan jasa pendukung lainnya.
Selain itu, ekonomi kreatif membuka peluang untuk mengubah keterampilan, budaya, dan sumber daya lokal menjadi produk bernilai ekonomi sehingga dapat meningkatkan pendapatan pelaku usaha.
Untuk memperluas pemasaran produk ekonomi kreatif, Pemkot Kupang menciptakan destinasi buatan Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak) sebagai etalase produk sekaligus ruang bagi pelaku usaha kreatif dan UMKM untuk melaksanakan aktivitas ekonomi.
“Pemkot juga memfasilitasi pelaku usaha ekonomi kreatif untuk mengikuti pameran-pameran di luar daerah sehingga produk-produk lokal dari Kota Kupang bisa dikenal,” katanya.
Ia menambahkan subsektor ekonomi kreatif lainnya terus dikembangkan melalui penguatan ruang kreatif, kegiatan festival, digitalisasi transaksi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pengembangan jejaring pasar.
Hingga akhir 2026, Pemkot Kupang menargetkan penguatan jumlah dan kapasitas pelaku usaha, khususnya pada subsektor kriya, kuliner dan fesyen.
Selain itu, pemerintah daerah mendorong pengembangan ruang kreatif Kota Kupang sebagai pusat inkubasi bagi pelaku ekonomi kreatif dan ruang pemasaran melalui Saboak serta rencana pembangunan Taman Kreatif atau Taman Tagepe.
“Target tersebut diarahkan agar ekonomi kreatif tidak hanya menjadi kegiatan pemberdayaan, tetapi mampu menjadi sumber pendapatan, penciptaan lapangan kerja, dan penggerak ekonomi masyarakat Kota Kupang,” katanya.
Josefina mengatakan Pemkot Kupang juga terus memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, komunitas, dan berbagai mitra lainnya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif.
Sementara itu, pada 2026 Pemkot Kupang bersama Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 yang mencakup seluruh usaha di Kota Kupang.
“Data hasil sensus nantinya diharapkan menjadi dasar pemutakhiran database pelaku ekonomi kreatif dan penyusunan kebijakan pengembangan ekraf yang lebih tepat sasaran,” katanya.
Follow media sosial kami untuk mendapatkan produk terbaik, informasi, pengalaman menarik dan inspiratif.
Kami adalah e-commerce hybrid, sebuah rumah untuk memasarkan produk UMKM Indonesia kualitas terbaik. Nikmati produk kuliner, fashion, kriya, minuman herbal, dan jasa. Juga rubrik Inspiring Life, Jurnal & Peraturan, Berita.