Koperasi dan UMKM | 02-Apr-2026
Samarinda, 01/4 (ANTARA) - Pemerintah Kota Samarinda secara resmi tancap gas dalam mentransformasi Kampung Tenun Samarinda Seberang menjadi desa wisata maju, sebagai upaya nyata menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengelolaan potensi budaya dan alam yang berkelanjutan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, di Samarinda, Rabu, menegaskan bahwa kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) merupakan magnet besar yang akan mendongkrak arus kunjungan wisatawan ke wilayah penyangga, termasuk Samarinda.
Namun, ia mengingatkan bahwa peluang emas ini menuntut kesiapan identitas kota yang kuat.
"Kita berada di gerbang IKN. Peluang menjadi kota tujuan wisata terbuka lebar, tapi potensi besar itu tidak akan berarti tanpa penguatan branding. Kita harus memposisikan Samarinda sebagai kota yang benar-benar menarik untuk dikunjungi," ujar Marnabas usai menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengembangan desa wisata dan ekonomi kreatif.
Ia mengatakan momentum ini tidak sekadar menjadi seremoni di atas kertas. Penandatanganan PKS ini dirangkaikan dengan peluncuran program pengembangan pariwisata serta business matching pembiayaan, edukasi, dan literasi keuangan bagi UMKM melalui Program BUMI ETAM seri ke-11.
Hadir dalam kolaborasi besar ini berbagai pemangku kepentingan strategis, mulai dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Bank Indonesia, hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sinergi ini merupakan turunan dari Peraturan Gubernur Kaltim Nomor 35 Tahun 2023 tentang Pengembangan Desa Wisata.
"Target kami sangat jelas: mengangkat status Kampung Tenun dari desa berkembang menjadi desa wisata maju yang memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional," tambah Marnabas.
Fokus pengembangan dilakukan secara komprehensif, mencakup penguatan regulasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), hingga digitalisasi promosi. UMKM lokal di Kampung Tenun juga mendapatkan pendampingan khusus agar produk ekonomi kreatif berbasis budaya mereka mampu "naik kelas" dan memenuhi standar pasar modern.
Marnabas memaparkan visi integrasi antar-destinasi di Samarinda. Menurutnya, titik-titik ikonik seperti Teras Samarinda, Pasar Pagi, hingga Kampung Tenun memiliki daya tarik luar biasa jika dikemas secara terpadu.
Salah satu rencana unggulan adalah mengoptimalkan wisata susur Sungai Mahakam yang dipadukan dengan narasi budaya lokal.
"Pariwisata harus menjadi mesin baru bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan konektivitas yang baik, wisatawan tidak hanya mampir sebentar, tapi bisa menikmati pengalaman yang utuh di Samarinda," tegasnya.
Melalui kolaborasi lintas instansi ini, Pemkot Samarinda berharap seluruh pihak dapat bergerak selaras. Tujuannya bukan sekadar mempercantik kota, melainkan memastikan bahwa setiap jengkal pengembangan pariwisata memberikan dampak ekonomi langsung yang terasa di kantong masyarakat lokal.
Pewarta : Arumanto
Editor : Evi Ratnawati
Follow media sosial kami untuk mendapatkan produk terbaik, informasi, pengalaman menarik dan inspiratif.
Kami adalah e-commerce hybrid, sebuah rumah untuk memasarkan produk UMKM Indonesia kualitas terbaik. Nikmati produk kuliner, fashion, kriya, minuman herbal, dan jasa. Juga rubrik Inspiring Life, Jurnal & Peraturan, Berita.