Koperasi dan UMKM | 24-Apr-2026
Tanjungpinang, 24/4 (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), melakukan pemetaan UMKM bidang kuliner berdasarkan skala usaha, mulai dari usaha harian, produk unggulan, hingga pelaku yang siap memperluas pasar.
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan saat ini tercatat ada sekitar 10.463 pelaku UMKM kuliner di pusat ibukota Provinsi Kepri tersebut, namun sebagian belum terpetakan secara jelas berdasarkan skala usaha.
"Kondisi ini membuat intervensi pemerintah belum sepenuhnya tepat sasaran, terutama dalam penguatan kapasitas usaha, akses permodalan, dan perluasan pasar dalam hingga luar negeri," kata Lis di Tanjungpinang, Kamis (23/4).
Pemkot Tanjungpinang, kata dia, terus mendorong penguatan UMKM sebagai penggerak utama ekonomi daerah yang pada 2025 tumbuh sebesar 3,31 persen.
Menurut dia, struktur ekonomi Tanjungpinang yang tidak bertumpu pada sumber daya alam, membuat UMKM menjadi sektor paling strategis dalam menjaga perputaran ekonomi masyarakat.
"UMKM ini rantai penting ekonomi kita. Jika tumbuh, otomatis kemiskinan dan pengangguran ikut turun," ujar dia.
Lis juga menyebutkan penguatan UMKM tidak cukup berhenti pada pelatihan, tetapi perlu disertai akses pembiayaan, pendampingan usaha, serta strategi pemasaran yang terhubung ke pasar nasional.
Selain itu, potensi lokal perlu menjadi fokus pengembangan, terutama sektor kelautan, seperti komoditas ikan pari dan gonggong dinilai memiliki peluang untuk diolah menjadi produk bernilai tambah, mulai dari makanan olahan, produk turunan, hingga cenderamata khas daerah.
"Jika prospeknya baik, pengembangan dapat dilakukan melalui kerja sama produksi bersama BUMN, perbankan, serta kolaborasi dengan UMKM di luar daerah," kata Lis.
Salah satu pelaku usaha Rumah Makan Pondok Spesial Sambal Urip berharap dukungan pemerintah daerah berupa mesin pengemasan dan mesin retort untuk sterilisasi produk sambal.
Menurut dia, teknologi tersebut memungkinkan produk dikemas secara higienis dan tahan lama tanpa bahan pengawet, dengan daya simpan hingga satu tahun.
Ia menyebut tantangan lainnya masih berada pada pemasaran dan distribusi ketika produksi mulai ditingkatkan ke skala besar.
"Kalau produksi sudah besar, yang dibutuhkan itu jalur pemasaran yang jelas. Kami mohon dukungan pemkot," ujar Urip.
Sementara itu, Pimpinan BNI Cabang Tanjungpinang Landung Wiyoko memperkenalkan platform ekspor digital melalui Xpora.bni.go.id yang membuka akses UMKM ke pasar luar negeri.
Platform tersebut memfasilitasi perizinan, pendampingan, hingga business matching antara pelaku usaha dengan calon pembeli internasional.
Melalui sistem itu, katanya, UMKM didorong tidak hanya menjangkau pasar Singapura dan Malaysia, tetapi juga negara lain seperti Korea dan China.
"Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mendorong UMKM naik kelas, sehingga pertumbuhan ekonomi Tanjungpinang semakin maju," ujar Landung.
Pewarta : Ogen
Editor : Virna P Setyorini
Follow media sosial kami untuk mendapatkan produk terbaik, informasi, pengalaman menarik dan inspiratif.
Kami adalah e-commerce hybrid, sebuah rumah untuk memasarkan produk UMKM Indonesia kualitas terbaik. Nikmati produk kuliner, fashion, kriya, minuman herbal, dan jasa. Juga rubrik Inspiring Life, Jurnal & Peraturan, Berita.