Koperasi dan UMKM | 20-May-2026

Wali Kota Mojokerto ajak PKK kembangkan ekonomi kreatif lewat membatik

Mojokerto, 19/5 (ANTARA) - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengajak kepada Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) di kota setempat mengembangkan ekonomi kreatif lewat membatik karena membatik tidak lagi sekadar melestarikan budaya tetapi peluang ekonomi yang menjanjikan.

"Batik sudah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. Berarti ibu-ibu yang hari ini belajar membatik ikut menjadi bagian dari pelestarian budaya," tutur Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat membuka pelatihan membatik bagi pengurus dan anggota TP PKK se-Kota Mojokerto yang digelar di Sentra IKM Batik Maja Bharama Wastra Kota Mojokerto, Jawa Timur, Selasa.

Dalam kegiatan tersebut, kata dia, para anggota PKK tidak hanya diajarkan teknik membatik, tetapi juga didorong untuk melihat batik sebagai peluang usaha yang dapat berkembang di tengah tren fashion berbasis wastra yang terus meningkat.

Menurutnya, batik memiliki nilai budaya sekaligus nilai ekonomi yang besar. Karena itu, pelatihan membatik diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan pembatik-pembatik baru di Kota Mojokerto.

“Batik tidak hanya memiliki nilai sejarah atau budaya, tetapi juga ada nilai ekonomi. Melalui batik bisa tercipta banyak produk ekonomi kreatif,” katanya.

Saat ini, Kota Mojokerto telah memiliki 134 motif batik yang terdaftar Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Sejumlah motif di antaranya terinspirasi dari filosofi budaya Majapahit seperti Batik Bunga Matahari dan Gapuro Surya yang kini menjadi identitas wastra khas Kota Mojokerto.

Pemkot Mojokerto juga terus mendorong promosi batik lokal melalui berbagai ajang busana nasional. Dalam tiga tahun terakhir, batik Kota Mojokerto rutin tampil dalam Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) bersama para desainer dari berbagai daerah.

Ning Ita mengatakan, perkembangan tren busana di kalangan anak muda membuat peluang industri batik semakin terbuka luas. Bahkan, penggunaan wastra kini semakin diterima dalam karya-karya busana modern.

“Saya melihat anak-anak muda sekarang sudah berani menggunakan batik dalam karya busana mereka. Ini menunjukkan batik punya potensi ekonomi yang sangat luas dan sangat layak dikembangkan,” ujarnya.

Melalui pelatihan tersebut, kata dia, Pemkot Mojokerto berharap semakin banyak perempuan yang terlibat dalam pengembangan industri batik lokal, baik sebagai pelaku UMKM maupun pembatik profesional.


Pewarta : Indra Setiawan
Editor : Triono Subagyo

Berita terkait

|

IKUTI MEDIA SOSIAL KAMI

Follow media sosial kami untuk mendapatkan produk terbaik, informasi, pengalaman menarik dan inspiratif.

SEKILAS

Kami adalah e-commerce hybrid, sebuah rumah untuk memasarkan produk UMKM Indonesia kualitas terbaik. Nikmati produk kuliner, fashion, kriya, minuman herbal, dan jasa. Juga rubrik Inspiring Life, Jurnal & Peraturan, Berita.

Copyright © 2026 | Powered by Bumi Alumni