Koperasi dan UMKM | 25-May-2026
Banjarbaru, Kalsel, 24/5 (ANTARA) - UMKM Dara Bungas Sasirangan di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), berhasil membawa kain sasirangan khas daerah menembus pasar nasional melalui perpaduan motif tradisional dan desain modern yang tetap mempertahankan identitas budaya lokal sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
Usaha yang berlokasi di Jalan Roma Nomor 11, Kelurahan Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara itu menjadi salah satu UMKM binaan Dekranasda Kota Banjarbaru yang konsisten mengembangkan produk sasirangan dengan ciri khas motif eksklusif dan sentuhan kekinian.
Pemilik UMKM Dara Bungas Sasirangan Gusti Ida Karyani di Banjarbaru, Minggu mengatakan, usaha tersebut bermula dari pengalamannya saat mendampingi instruktur pelatihan sasirangan bagi remaja putus sekolah ketika masih bertugas sebagai pegawai di Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan.
“Waktu itu saya dipercaya pimpinan mendampingi instruktur mengajar sasirangan, otomatis saya mendapat ilmu dari sana. Seiring berjalannya waktu, teman-teman meminta dibuatkan motif. Dari situlah inspirasi muncul, hingga sekitar 2018 saya mulai fokus mengembangkan sasirangan,” ujar Gusti Ida.
Menurut dia, pengembangan motif sasirangan dilakukan dengan tetap mempertahankan corak khas Kalimantan Selatan agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas tanpa kehilangan identitas budaya daerah.
Upaya tersebut membuahkan hasil setelah produk sasirangan buatannya diminati berbagai kalangan, bahkan pernah dikenakan Wakil Presiden RI ke-13 Ma'ruf Amin dan Gubernur Kalimantan Selatan dalam kegiatan di Istana Negara.
Salah satu kekuatan utama Dara Bungas Sasirangan terletak pada konsep eksklusivitas “satu kain satu motif” yang diterapkan pada setiap produk sehingga tidak ada desain kain yang dibuat sama persis dengan lainnya.
“Kalau membeli di tempat kami, motifnya dipastikan berbeda. Itu yang banyak dicari pelanggan karena mereka merasa memiliki kain yang benar-benar khusus,” kata Gusti Ida.
Selain menjaga kelestarian budaya daerah, usaha tersebut juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar dengan melibatkan sekitar 25 penjahit dan 10 tenaga bordir yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga di lingkungan setempat.
Gusti Ida berharap dukungan Pemerintah Kota Banjarbaru terhadap UMKM lokal terus diperkuat, terutama dalam bantuan promosi dan permodalan, agar usaha sasirangan mampu bertahan di tengah kenaikan harga bahan baku sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Follow media sosial kami untuk mendapatkan produk terbaik, informasi, pengalaman menarik dan inspiratif.
Kami adalah e-commerce hybrid, sebuah rumah untuk memasarkan produk UMKM Indonesia kualitas terbaik. Nikmati produk kuliner, fashion, kriya, minuman herbal, dan jasa. Juga rubrik Inspiring Life, Jurnal & Peraturan, Berita.