Koperasi dan UMKM | 02-Jun-2026
Simpang Empat, 31/5 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat melakukan pendampingan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk mencari inovasi kemasan produk guna memitigasi dampak dari kenaikan harga bahan baku plastik.
"Susah beberapa bulan terakhir harga plastik mengalami kenaikan yang cukup memberatkan pelaku UMKM. Selain menganjurkan efisiensi penggunaan bahan plastik juga mencari alternatif bahan lokal yang ada," kata Kepala Bidang UKM Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Pasaman Barat Khairil di Simpang Empat, Minggu.
Menurutnya, pelaku UMKM juga telah mengeluhkan kenaikan harga plastik yang dipicu pasokan global dan harga energi di dunia yang kian tidak menentu.
"Pendampingan ke UMKM terus kita lakukan bagaimana menyiasati harga plastik yang naik," katanya.
Dia memberikan solusi kepada pelaku UMKM Pasaman Barat untuk mulai beralih ke alternatif kemasan nonplastik yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
"Kita mencoba mendampingi untuk inovasi kemasan di UMKM. Tidak mutlak menggunakan plastik, tapi dengan bahan-bahan lain yang bisa menekan biaya produksinya," kata dia.
Selain itu pihaknya juga mengharapkan kepada pelaku UMKM tidak menaikkan harga dagangan terlalu tinggi agar tak membebani masyarakat.
Pihaknya juga telah melakukan pemantauan ke sejumlah toko dan pasar dan menemukan adanya kenaikan harga plastik.
"Monitoring dan pendampingan akan terus kita lakukan sambil mencari solusi dari kenaikan harga plastik itu," katanya.
Salah seorang pedagang kebutuhan rumah tangga Simpang Empat, Nina (55) membenarkan harga plastik mengalami kenaikan.
"Untuk mengatasinya, saya membatasi memberikan kantong plastik kepada pembeli. Jika belanjanya tidak terlalu banyak saya tidak memberikan kantong plastik sambil menjelaskan harga plastik mengalami kenaikan," katanya.
Pemilik salah satu rumah makan di Simpang Empat Ita (61) mengatakan harga sejumlah barang mengamati kenaikan termasuk plastik.
"Setiap pembeli saya katakan jika membawa tempat dari rumah maka harga satu porsi nasi akan saya beri keringanan. Ini salah atau upaya menyikapi pemakaian kantong plastik," ujar dia.
"Selain harga plastik naik harga sejumlah kebutuhan juga naik seperti ayam biasanya Rp40 ribu per kilogram saat ini naik menjadi Rp43 ribu. Minyak kita biasanya Rp14 ribu naik menjadi Rp20 ribu per kilogram dan harga telur ayam naik dari Rp55 ribu menjadi Rp65 ribu per tray," katanya.
Menyikapi itu, dia terpaksa menaikkan harga penjualan.
"Ke depannya kami akan memberikan peluang ke pembeli jika membeli nasi membawa tempat dari rumah maka akan didiskon. Selain itu juga akan mencari alternatif lain tanpa menggunakan plastik," kata dia.
Dia menyebutkan jika sebelumnya harga plastik Rp36 ribu per kilogram saat ini naik menjadi Rp55 ribu per kilogram.
Pewarta : Altas Maulana
Editor : Indra Arief Pribadi
Follow media sosial kami untuk mendapatkan produk terbaik, informasi, pengalaman menarik dan inspiratif.
Kami adalah e-commerce hybrid, sebuah rumah untuk memasarkan produk UMKM Indonesia kualitas terbaik. Nikmati produk kuliner, fashion, kriya, minuman herbal, dan jasa. Juga rubrik Inspiring Life, Jurnal & Peraturan, Berita.