Koperasi dan UMKM | 22-Jun-2026
Tangerang, 21/6 (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) menyebutkan ekosistem ekonomi kreatif di subsektor kuliner, terutama Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di bidang bakery dan cake saat ini terus tumbuh dan membuka banyak peluang usaha bagi masyarakat.
Kepala Subdirektorat Pemasaran dan Komersialisasi Arsitektur dan Desain, Kementerian Ekraf Linda Emilda di Tangerang, Minggu mengatakan subsektor kuliner bidang bakery dan cake dapat menumbuhkan berbagai kegiatan kolaboratif yang mampu mendorong kreatifitas dan meningkatkan daya saing.
Karena itu Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong dan mendukung UMKM bidang bakery dan cake dapat terus berkembang. Apalagi banyak ragam makanan yang dapat diolah dan bermacam-macam hasilnya.
"Apalagi dalam acara Festival Kuliner Nusantara perayaan 18 tahun Sekarwangi Cake menghadirkan sesuatu yang unik yakni kue sepanjang 18 meter yang merepresentasikan kekayaan budaya Nusantara. Ini melibatkan banyak orang dan menandakan usaha ini tumbuh," kata Linda dalam acara perayaan 18 tahun Sekarwangi Cake di wilayah Serpong Tangerang, Provinsi Banten.
Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menambahkan sangat mengapresiasi Sekarwangi Cake yang menghadirkan ragam Nusantara dalam bentuk kuliner.
Hadirnya 18 pembuat kue dari berbagai daerah yang berkolaborasi menghias kue, bukan hanya untuk menunjukkan kreativitas, namun juga perbedaan itu sebuah kekuatan yang bisa menghasilkan sesuatu yang unik dan luar biasa
"Kreativitasnya luar biasa, ini bukan hanya bentuk kreativitas biasa, tapi menunjukkan bahwa perbedaan prinsip, ide dan pemikiran dengan tujuan yang sama akan menciptakan sesuatu yang luar biasa dan unik," kata Intan.
Pendiri Sekarwangi Cake yakni Ni Kadek Oktari Anggia Sekarwangi mengatakan selama hampir dua dekade, Sekarwangi Cake telah berkembang dari usaha rumahan menjadi salah satu nama yang dikenal dalam industri customized cake Indonesia.
Berbagai karya yang dihasilkan telah menjadi bagian dari momen penting banyak keluarga Indonesia, termasuk untuk berbagai tokoh nasional, publik figur, serta acara-acara berskala besar.
“Melalui karya ini kami ingin menunjukkan bahwa baker Indonesia memiliki kreativitas, teknik, dan kualitas yang tidak kalah dengan baker di berbagai negara lain," ujar Sekar.
"Indonesia memiliki kekayaan budaya luar biasa, dan kami ingin menerjemahkan kekayaan tersebut ke sebuah karya yang dapat dinikmati masyarakat. Jika budaya Indonesia bisa menjadi inspirasi dunia, maka karya para baker Indonesia juga layak mendapatkan tempat yang sama,” ujarnya menambahkan.
Proyek bertajuk "18AKE Story: Ragam Warna Indonesia" menjadi bagian dari Festival Kuliner Nusantara sekaligus perayaan 18 tahun Sekarwangi Cake.
Untuk pertama kalinya di Indonesia, 18 baker berkolaborasi menyelesaikan dekorasi satu rangkaian kue sepanjang 18 meter secara langsung di hadapan publik dalam sebuah karya yang merepresentasikan kekayaan budaya Nusantara.
Setiap baker menghadirkan interpretasi berbeda terhadap budaya, warna, motif, tradisi, dan identitas daerah yang menjadi bagian dari kekayaan Indonesia.
Beragam gaya dekorasi tersebut kemudian disusun menjadi satu karya utuh sepanjang 18 meter yang merefleksikan semangat persatuan dalam keberagaman. Layaknya Indonesia yang terdiri dari ratusan suku, bahasa, dan tradisi, setiap bagian memiliki karakter yang berbeda, namun tetap menjadi satu kesatuan yang harmonis.
Karya ini dipersiapkan selama kurang lebih tiga minggu oleh tim inti yang terdiri dari lima baker sebelum akhirnya diwujudkan bersama oleh seluruh peserta di lokasi acara.
Proses dekorasi dilakukan secara langsung di hadapan pengunjung Festival Kuliner Nusantara dan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan karya kolaboratif berskala besar diwujudkan oleh para pelaku industri bakery Indonesia.
Untuk mewujudkannya, digunakan sekitar 2.000 butir telur atau 125 kilogram telur, 25 kilogram tepung, 56 kilogram buttercream, dan 10 kilogram fondant yang dipersiapkan secara bertahap sebelum hari pelaksanaan. Seluruh elemen tersebut kemudian menjadi kanvas bagi 18 baker untuk menerjemahkan ragam warna budaya Indonesia ke dalam sebuah karya yang dapat dinikmati publik.
Proyek kolaboratif ini juga melibatkan dua mahasiswa program Arts & Design UIC College yang mendapat kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses pengembangan konsep visual dan dekorasi karya tersebut bersama para baker profesional.
Keterlibatan mahasiswa dalam proyek nyata industri kreatif menjadi pengalaman pembelajaran yang mempertemukan dunia pendidikan dengan praktik profesional.
Selain mengembangkan kemampuan desain, mahasiswa juga memperoleh pengalaman bekerja dalam tim multidisiplin, memahami proses produksi kreatif berskala besar, serta menerjemahkan tema budaya Indonesia ke dalam karya yang dapat dinikmati publik.
"Kolaborasi lintas generasi ini menjadi bukti bahwa kreativitas akan terus berkembang ketika para praktisi dan talenta muda diberi ruang untuk berkarya bersama," katanya.
Pewarta : Achmad Irfan
Editor : Zaenal Abidin
Follow media sosial kami untuk mendapatkan produk terbaik, informasi, pengalaman menarik dan inspiratif.
Kami adalah e-commerce hybrid, sebuah rumah untuk memasarkan produk UMKM Indonesia kualitas terbaik. Nikmati produk kuliner, fashion, kriya, minuman herbal, dan jasa. Juga rubrik Inspiring Life, Jurnal & Peraturan, Berita.