Koperasi dan UMKM | 27-Jul-2026

Produk UMKM sale pisang di Mentewe Kalsel tembus pasar nasional

Batulicin, Kalsel, 27/7 (ANTARA) - Sale pisang produksi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang di Kelola oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Kamboja Putih Desa Suka Damai, Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, menembus pasar nasional.

"Produk yang kami olah di antaranya sale pisang, rengginang singkong, aneka kue kering dan kue basah. Namun, produk atau komoditas unggulan yang mampu menembus pasar nasional yakni produk sale pisang," kata Ketua KWT Kamboja Putih, Rina Puji Lestari, di Batulicin, Senin.

Ia mengatakan jumlah permintaan untuk memenuhi kebutuhan pasar di wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Jakarta, Batam, Yogyakarta, Surabaya, Tanjung Pinang dan Makassar hingga saat ini mencapai 100 hingga 500 bungkus per bulan.

Bahkan, menurut dia, pada momen tertentu seperti hari jadi pemerintah daerah dan event seni dan hiburan, jumlah orderan atau pesanan dari pelanggan bisa meningkat hingga 300 persen.

Untuk memperkuat produksi, Rina merangkul dan membina para petani pisang di Desa Sukadamai dan petani-petani pisang lain yang ada di sekitar Kecamatan Mentewe untuk dijadikan mitra kerja dalam menjalankan bisnis tersebut.

"Dari hasil kerja sama ini kami sama-sama diuntungkan, para petani memiliki kepastian pasar dalam menjual hasil kebunnya, dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kamboja Putih juga tidak susah lagi mencari pisang awak sebagai bahan dasar sale," ujar dia.

Rina melanjutkan, omset hasil penjualan rata-rata mencapai Rp6 juta hingga Rp8 juta per bulan dengan jumlah anggota KWT Kamboja Putih sebanyak 60 orang.

Ia juga mengakui, dalam menjalankan bisnis ini ada beberapa tantangan yang harus dihadapi yakni cuaca hujan membuat produksi sale pisang kurang optimal, karena mekanisme produksi sale pisang harus dijemur langsung dengan terik matahari.

"Untuk mengantisipasi hal itu, para pelaku usaha menggenjot hasil produksi dimusim panas sehingga saat memasuki musim hujan jumlah produksi dapat terpenuhi," ujar dia.

Untuk mengembangkan bisnisnya, Rina terus memperluas jaringan pemasaran produk, memastikan pisang selalu tersedia dengan memperbanyak mitra petani atau kelompok tani. 

Ia juga berpesan kepada pelaku UMKM yang pemula, harus berani mencoba, dapat manfaatkan potensi yang tersedia dan terus mencari peluang kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi secara optimal.

Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Kabid Perdagangan dan Kemetrologian pada Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Tanah Bumbu, Hendro Satria Rakhmatullah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras, ketekunan, dan kreativitas para pelaku UMKM.

"Untuk mendukung kemajuan UMKM di Tanah Bumbu pemerintah daerah telah menyiapkan program pinjaman modal tanpa bunga bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kebijakan ini kami berikan untuk memberi akses permodalan yang lebih ringan sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat pada pinjaman online," ujar dia. 


Pewarta : Imam Hanafi
Editor : Virna P Setyorini
Berita terkait

|

IKUTI MEDIA SOSIAL KAMI

Follow media sosial kami untuk mendapatkan produk terbaik, informasi, pengalaman menarik dan inspiratif.

SEKILAS

Kami adalah e-commerce hybrid, sebuah rumah untuk memasarkan produk UMKM Indonesia kualitas terbaik. Nikmati produk kuliner, fashion, kriya, minuman herbal, dan jasa. Juga rubrik Inspiring Life, Jurnal & Peraturan, Berita.

Copyright © 2026 | Powered by Bumi Alumni