Koperasi dan UMKM | 09-Aug-2026

Pemprov Sulteng ajak Aspek perkuat daya saing UMKM kuliner

Palu, 08/8 (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengajak Asosiasi Pedagang Kuliner (Aspek) memperkuat daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner agar mampu berkembang dan memperluas pasar hingga tingkat nasional maupun internasional.

“Karena itu, kami akan terus mendorong hadirnya berbagai kebijakan yang berpihak kepada pelaku UMKM, mulai dari peningkatan kualitas, kemudahan akses permodalan, pendampingan usaha, digitalisasi pemasaran, sertifikasi produk, hingga perluasan akses pasar,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Rudi Dewanto di Palu, Sabtu.

Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 Aspek Sulteng.

Menurut dia, Aspek Sulteng memiliki peran penting sebagai wadah yang menghimpun pelaku usaha kuliner sekaligus membangun jejaring dan memperluas peluang pengembangan usaha.

Ia mengatakan keberadaan Aspek selama dua tahun menunjukkan adanya komitmen untuk menyatukan pelaku usaha dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Ia berharap Aspek dapat berkembang menjadi organisasi yang semakin profesional, adaptif, dan visioner, sehingga mampu menyatukan pelaku usaha dari berbagai skala serta menjadi ruang untuk melahirkan inovasi dan memperkuat jejaring.

Ia menjelaskan penguatan UMKM merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah karena usaha masyarakat menjadi bagian penting dari penopang ekonomi Sulawesi Tengah.

Menurut dia, sektor kuliner memiliki rantai ekonomi yang luas karena melibatkan berbagai sektor, mulai dari penyedia bahan pangan, tenaga kerja, jasa transportasi, hingga pengemasan.

Karena itu, kata dia, perkembangan usaha kuliner turut memberikan dampak terhadap sektor-sektor lain yang menjadi bagian dari rantai produksi tersebut.

Untuk memperkuat daya saing UMKM kuliner, dia menyebutkan lima hal yang perlu menjadi perhatian, yakni peningkatan kualitas produk dan layanan, legalitas dan sertifikasi, digitalisasi pemasaran, pembiayaan, serta kolaborasi.

Pada aspek kualitas, ia mencontohkan kaledo sebagai salah satu kuliner khas Sulawesi Tengah yang memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk yang dapat dipasarkan ke luar daerah.

“Pengemasannya kita perlu buat dengan baik, kita perlu mantapkan sisi kualitasnya, sehingga produk dari luar kota yang datang ke Palu bisa menjadi oleh-oleh dan memiliki daya tahan lebih lama,” katanya.

Sementara untuk legalitas dan sertifikasi, kata dia, pemerintah provinsi siap membantu pelaku usaha memperkuat aspek legalitas produk, termasuk perlindungan kekayaan intelektual bagi produk yang memiliki kekhasan.

Selain itu, ia mendorong pemanfaatan platform digital sekaligus kurasi produk agar UMKM kuliner yang dipasarkan memiliki kualitas dan standar yang baik.

Pada sisi pembiayaan, pelaku usaha dapat memanfaatkan berbagai skema yang tersedia, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), untuk memenuhi kebutuhan pengembangan modal usaha.

Dia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, pelaku usaha, perbankan, dan pihak terkait lainnya agar penguatan UMKM kuliner dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Ia mengatakan Pemprov Sulawesi Tengah akan terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada UMKM sehingga pelaku usaha kuliner dapat tumbuh, berkembang, dan memiliki daya saing lebih kuat.


Oleh Nur Amalia Amir
Editor : Zaenal Abidin
Berita terkait

|

IKUTI MEDIA SOSIAL KAMI

Follow media sosial kami untuk mendapatkan produk terbaik, informasi, pengalaman menarik dan inspiratif.

SEKILAS

Kami adalah e-commerce hybrid, sebuah rumah untuk memasarkan produk UMKM Indonesia kualitas terbaik. Nikmati produk kuliner, fashion, kriya, minuman herbal, dan jasa. Juga rubrik Inspiring Life, Jurnal & Peraturan, Berita.

Copyright © 2026 | Powered by Bumi Alumni