Koperasi dan UMKM | 14-Aug-2026

Jumlah UMKM Kabupaten Probolinggo tumbuh 14,65 persen

Probolinggo, Jawa Timur, 13/8 (ANTARA) - Jumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang menjadi salah satu kekuatan penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, tumbuh 14,65 persen per Juni 2026 berdasarkan data Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) setempat.

Berdasarkan data DKUPP Kabupaten Probolinggo pada per 30 Juni 2026 tercatat jumlah unit usaha UMKM meningkat dari 76.171 unit pada 2025 menjadi 87.327 unit.

"Pertumbuhan jumlah UMKM tersebut mencapai 14,65 persen. Itu menunjukkan bahwa aktivitas usaha masyarakat terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam penguatan ekonomi daerah,” kata Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto di kabupaten setempat, Kamis.

Menurut dia, Program SAE Ekonomi terus diarahkan untuk memperkuat ekosistem UMKM, mulai dari legalitas usaha, akses permodalan, perluasan pasar hingga penciptaan lapangan kerja.

"Pertumbuhan juga tercatat dari sisi permodalan. Nilai modal UMKM meningkat dari sekitar Rp2,665 triliun menjadi Rp2,832 triliun atau tumbuh 6,36 persen," tuturnya.

Dari sisi tenaga kerja, UMKM juga menunjukkan kontribusi yang semakin besar. Jumlah tenaga kerja yang terserap meningkat dari 110.287 orang pada tahun 2025 menjadi 149.711 orang atau mengalami pertumbuhan sebesar 37,75 persen pada tahun 2026.

Ia mengatakan pemerintah daerah juga terus mendorong pelaku UMKM memenuhi aspek legalitas. Hingga 2026, tercatat sebanyak 79.099 UMKM atau 90,6 persen telah memiliki perizinan berusaha dan sebanyak 8.228 UMKM atau 9,4 persen masih membutuhkan fasilitasi untuk memperoleh legalitas.

"Legalitas menjadi salah satu fondasi penting agar UMKM dapat berkembang dan memiliki akses yang lebih luas terhadap berbagai program pengembangan usaha," katanya.

Selain legalitas, lanjut dia, peningkatan kualitas produk juga dilakukan melalui fasilitasi sertifikasi halal. Jumlah UMKM yang telah memperoleh sertifikasi halal meningkat signifikan dari 12.903 pada 2025 menjadi 25.485 pada 2026.

“Sertifikasi halal tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan ketentuan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi meningkatkan kepercayaan konsumen dan daya saing produk UMKM,” ujarnya.

Berdasarkan sektor usaha, UMKM Kabupaten Probolinggo bergerak di berbagai bidang yakni sektor perdagangan mencapai 30,19 persen, industri 48,19 persen, pertanian, kehutanan dan perikanan 9,41 persen serta jasa dan sektor lainnya 27,77 persen.

“Momentum Hari UMKM Nasional menjadi pengingat bahwa penguatan UMKM harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah, pelaku usaha dan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Sementara Bupati Probolinggo Mohammad Haris menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku UMKM yang dinilai telah menjadi bagian penting dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Probolinggo.

"Kreativitas dan semangat pelaku UMKM menjadi modal penting untuk menciptakan berbagai produk bernilai ekonomi sekaligus memperkenalkan potensi daerah," tuturnya.

Ia mengajak pelaku UMKM terus meningkatkan kualitas produk, melakukan inovasi dan memperluas pasar agar mampu menghadapi persaingan yang semakin terbuka.


Pewarta : Zumrotun Solichah
Editor : Agus Salim
Berita terkait

|

IKUTI MEDIA SOSIAL KAMI

Follow media sosial kami untuk mendapatkan produk terbaik, informasi, pengalaman menarik dan inspiratif.

SEKILAS

Kami adalah e-commerce hybrid, sebuah rumah untuk memasarkan produk UMKM Indonesia kualitas terbaik. Nikmati produk kuliner, fashion, kriya, minuman herbal, dan jasa. Juga rubrik Inspiring Life, Jurnal & Peraturan, Berita.

Copyright © 2026 | Powered by Bumi Alumni