Koperasi dan UMKM | 26-Aug-2026

Keterampilan membatik jadi modal pertumbuhan UMKM Malinau

Malinau, Kaltara, 24/8 (ANTARA) - Bupati Malinau, Kalimantan Utara, Wempi W Mawa menilai keterampilan membatik dapat menjadi salah satu modal untuk mendorong pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap produk yang mengangkat kearifan lokal Malinau.

Karena itu ia mengapresiasi pelaksanaan pelatihan membatik yang digelar Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Malinau dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Semangat mengisi kemerdekaan adalah bagaimana manusia memiliki keterampilan dan mampu membaca peluang, terutama peluang ekonomi,” ujar Bupati Malinau Wempi W. Mawa saat menutup pelaksanaan pelatihan membatik di Rumah Batik Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), Senin.

Bupati meminta agar kegiatan tersebut tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata, tapi para peserta diberikan kesempatan untuk terus beraktivitas dan memperdalam keterampilan membatik di Rumah Batik Malinau.

Agar peserta dari 11 lembaga etnis/ada dan Pemuda Milenial Malinau yang telah mengikuti pelatihan selama lebih dari tujuh hari dapat menghasilkan berbagai karya, mulai dari batik tulis hingga batik cetak atau cap.

“Kalau tujuh hari mungkin belum cukup. Mereka nantinya bisa mendapat kesempatan lebih maksimal lagi. Harapan kita, suatu saat mereka bisa mandiri dalam membatik dan mampu memproduksi secara massal,” kata Wempi.

Menurutnya, keberlanjutan pelatihan menjadi hal penting agar keterampilan yang telah diperoleh peserta dapat berkembang menjadi kegiatan produktif. Bahkan, hasil karya mereka nantinya diharapkan dapat memiliki nilai ekonomi dan memberikan tambahan penghasilan.

“Kita tidak berhenti dengan pelatihan saja, tetapi juga membina ruang keberlanjutan, termasuk peluang mereka untuk mendapat penghasilan,” tegasnya.

Wempi turut memberikan perhatian terhadap kreativitas para peserta, khususnya kalangan milenial yang mulai menghadirkan motif-motif baru. Dia melihat adanya kolaborasi antara kemampuan desain, keterampilan melukis dan pemilihan warna yang menghasilkan motif batik dengan kualitas menarik.

“Luar biasa, mereka punya dasar-dasar yang kemudian dikolaborasikan sehingga menjadi sebuah produk yang bisa kita lihat hari ini,” ungkap Bupati Malinau.

Jeni, perempuan berusia 29, sebagai salah seorang peserta pelatihan membatik mengaku baru pertama kali mengenal proses membatik dan itu tentu menjadi pengalaman berharga baginya.

“Saya tertarik mengikuti pelatihan ini karena ingin mempelajari teknik dan pengembangan batik. Ini pertama kalinya saya mengikuti pelatihan membatik,” ujarnya.

Menurutnya selama mengikuti pelatihan mendapatkan banyak pengalaman baru. Selain mempelajari teknik dasar membatik, ia juga berkesempatan bertemu peserta dari berbagai latar belakang dan saling bertukar pengetahuan serta corak maupun motif batik dari berbagai etnis.

“Melalui pelatihan ini saya bisa bertemu dengan teman-teman dari etnis yang lain. Kami juga bisa belajar satu sama lain dan bertukar corak atau motif dari berbagai etnis,” katanya.

Usai mendapatkan ilmu dalam pelatihan, Jeni berencana melanjutkan pembelajaran secara mandiri di rumah dan berharap keterampilan yang diperolehnya dapat terus dikembangkan sehingga tidak berhenti setelah pelatihan selesai.

“Setelah ini mungkin saya bisa belajar sendiri di rumah untuk mengembangkan kemampuan membatik dan mudah-mudahan ada bantuan lainnya dari pemerintah untuk bisa membuka usaha membatik,” ujar Jeni.


Oleh Agus Salam
Editor : Ahmad Wijaya

Berita terkait

|

IKUTI MEDIA SOSIAL KAMI

Follow media sosial kami untuk mendapatkan produk terbaik, informasi, pengalaman menarik dan inspiratif.

SEKILAS

Kami adalah e-commerce hybrid, sebuah rumah untuk memasarkan produk UMKM Indonesia kualitas terbaik. Nikmati produk kuliner, fashion, kriya, minuman herbal, dan jasa. Juga rubrik Inspiring Life, Jurnal & Peraturan, Berita.

Copyright © 2026 | Powered by Bumi Alumni