Koperasi dan UMKM | 26-Sep-2026
Sorong, Papua Barat Daya, 26/9 (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Papua Barat Daya Badan Karantina Indonesia (Barantin) mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memenuhi persyaratan ekspor agar produknya diterima dengan baik di negara tujuan.
Kepala Karantina Papua Barat Daya Barantin I Wayan Kertanegara mengatakan pendampingan dilakukan dengan memastikan pelaku usaha memenuhi persyaratan serta mengikuti prosedur yang ditetapkan negara tujuan ekspor.
"Peran kami adalah bagaimana pelaku usaha atau UMKM itu memenuhi persyaratan negara tujuan dan mengikuti prosedur agar dokumentasi atau administratifnya bisa ditelusuri ketika ada permasalahan," katanya usai menanam pohon mangrove di Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu.
Ia menjelaskan dokumentasi tersebut mencakup jumlah, jenis produk, serta negara tujuan ekspor, sehingga dapat menjadi data untuk keperluan penelusuran dan evaluasi.
Menurut dia, pelayanan karantina bertujuan memastikan produk yang diekspor dapat sampai ke negara tujuan dengan baik dan menghindari penolakan akibat tidak terpenuhinya persyaratan yang ditetapkan.
"Negara-negara tujuan itu ada yang mempersyaratkan dan ada yang tidak. Yang mempersyaratkan itulah yang perlu kita bantu masyarakat untuk keberhasilan pelaksanaan ekspor," ujarnya.
Kertanegara mengatakan komoditas perikanan menjadi salah satu produk utama yang diekspor dari Papua Barat Daya karena daerah tersebut memiliki potensi perikanan yang cukup besar.
Data BKHIT Papua Barat Daya menunjukkan ekspor kerapu hidup ke Hong Kong mengalami peningkatan dibandingkan 2024.
Pada 2024, pengiriman kerapu hidup ke Hong Kong tercatat satu kali dengan volume 4.478 ekor senilai Rp1,28 miliar. Sementara hingga triwulan III 2026, pengiriman telah dilakukan sebanyak lima kali dengan volume mencapai 15.121 ekor.
Selain kerapu hidup, Papua Barat Daya juga mengekspor sejumlah komoditas perikanan dalam bentuk segar dan beku, antara lain udang, tenggiri, kerang dara, dan kakap.
"Sepanjang Januari-September 2026, komoditas perikanan dari Papua Barat Daya telah menjangkau pasar Jepang, Arab Saudi, Singapura, Taiwan, Tiongkok, Thailand, Malaysia, dan Amerika Serikat," katanya.
Ia menambahkan pelayanan karantina di Papua Barat Daya dilakukan melalui lima titik, yakni Bandara Domine Eduard Osok, Pelabuhan Laut Sorong, Pelabuhan Rakyat Kota Sorong, Kantor Pos, dan Pelabuhan Arar.
Kertanegara juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan agar aktivitas ekspor dapat terus memberikan manfaat bagi perekonomian daerah dan masyarakat.
Follow media sosial kami untuk mendapatkan produk terbaik, informasi, pengalaman menarik dan inspiratif.
Kami adalah e-commerce hybrid, sebuah rumah untuk memasarkan produk UMKM Indonesia kualitas terbaik. Nikmati produk kuliner, fashion, kriya, minuman herbal, dan jasa. Juga rubrik Inspiring Life, Jurnal & Peraturan, Berita.