Koperasi dan UMKM | 29-Jul-2026
Kota Probolinggo, Jawa Timur, 28/7 (ANTARA) - Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Probolinggo, Jawa Timur, menggelar Festival Ekonomi Kreatif (Ekraf) dengan melibatkan puluhan UMKM untuk mendorong perekonomian daerah.
Puluhan gerai UMKM yang termasuk dalam 17 sub sektor ekonomi kreatif memenuhi Festival Ekraf yang berlangsung meriah di GOR A. Yani Kota Probolinggo, Selasa.
"Itu sebagai wujud nyata upaya memperkuat sektor ekonomi kreatif sekaligus memberikan ruang promosi bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)," kata Wali kota Probolinggo Aminuddin saat menghadiri kegiatan tersebut.
Menurutnya Festival Ekraf bukan sekadar ajang hiburan, tetapi menjadi momentum penting dalam memperkuat ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah.
"Itu merupakan acara ekonomi kreatif pertama di Kota Probolinggo. Insya Allah akan terus berlanjut, sehingga kami berkomitmen agar kegiatan semacam itu tidak hanya berbicara tentang produk dan jasa, tetapi juga kreativitas,” kata dia.
Ia mengatakan kata kunci dari Kota Probolinggo Bersolek itu juga diakhiri huruf ‘K’ yang artinya kreativitas, sehingga semua bisa dikreasikan menjadi sebuah produk-produk, baik dari pakaian, kudapannya, dan sebagainya.
"Kami ingin seluruh inovasi, budaya, teknologi, serta kemampuan masyarakat menciptakan nilai tambah juga semakin kreatif," katanya.
Ia mengatakan Pemerintah Kota Probolinggo akan terus memberikan dukungan melalui pembinaan, pelatihan, promosi, serta kemudahan akses bagi pelaku UMKM agar mampu berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Sementara itu, Ketua Panitia Festival Ekraf, Ibnu Wahyudi, menyampaikan penyelenggaraan festival itu dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi seluruh pelaku ekonomi kreatif sekaligus menjadi sarana memperkenalkan potensi Kota Probolinggo kepada masyarakat.
“Kami juga menggandeng komunitas seni anak-anak muda agar festival ini menjadi ruang kreativitas yang mampu menarik minat seluruh lapisan masyarakat, dan terlebih khususnya generasi muda untuk meningkatkan kecintaannya terhadap produk-produk lokal," katanya.
Festival Ekraf itu mendapat apresiasi dari Ketua Umum BPC HIPMI (Badan Pengurus Cabang Pengusaha Muda Indonesia) Yuki Rizki yang menilai Festival Ekraf merupakan langkah positif pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas masyarakat.
"Kami mengapresiasi Pemkot Probolinggo yang telah menghadirkan Festival Ekraf sebagai ruang promosi bagi UMKM. Kami berharap para pelaku UMKM tidak hanya difasilitasi saat festival berlangsung," katanya.
Menurutnya, UMKM juga terus diberikan tempat dan kesempatan untuk memamerkan hasil karya serta produknya secara berkelanjutan, sehingga produk-produk lokal semakin dikenal masyarakat luas dan mampu meningkatkan daya saing.
Melalui Festival Ekraf 2026, Pemkot Probolinggo berharap semakin banyak pelaku ekonomi kreatif yang berkembang, memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan kolaborasi, melahirkan inovasi baru, serta memperkuat identitas Kota Probolinggo sebagai kota yang kreatif, produktif, dan berdaya saing.
Festival itu juga menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat mampu menghadirkan ruang ekonomi yang inklusif sekaligus memperkuat kebanggaan terhadap produk lokal.
Follow media sosial kami untuk mendapatkan produk terbaik, informasi, pengalaman menarik dan inspiratif.
Kami adalah e-commerce hybrid, sebuah rumah untuk memasarkan produk UMKM Indonesia kualitas terbaik. Nikmati produk kuliner, fashion, kriya, minuman herbal, dan jasa. Juga rubrik Inspiring Life, Jurnal & Peraturan, Berita.