Koperasi dan UMKM | 23-Oct-2026
Mahulu, Kaltim, 23/10 (ANTARA) - Festival Hudoq Pekeyang di Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, selain menjadi pelestarian adat, budaya, dan ketahanan pangan dari padi ladang, juga memberikan keberkahan tersendiri pagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hal itu setidaknya dapat dirasakan oleh Elviana Ping, penjual sekaligus perajin aneka kriya estetika khas Suku Dayak, yang disediakan di gerai bazar UMKM selama Festival Hudoq Pekeyang pada Selasa-Kamis (20-23/10).
"Iya saya bersyukur, di bazar UMKM ini tergolong ramai, tiap hari ada saja yang beli. Lumayan dapat seribu lebih (lebih dari Rp1 juta) setiap hari," ujar Elviana, di Mahulu, Jumat, tanpa mau menyebutkan berapa persisnya nilai di atas Rp1 juta tersebut.
Sejumlah barang yang sebagian besar karyanya sendiri dan dia juga ikut menjual tersebut, antara lain baju manik, taah (tapih), gelang, anting, kalung, tapung (topi), bluko (topi khusus untuk tari adat), anjat (ransel dari rotan), tas, dompet, dan lainnya yang semuanya ada sekitar 50 jenis.
Barang-barang tersebut ia produksi di Datah Bilang (Mahulu) dan di Pampang (Samarinda), karena ia memiliki rumah di dua daerah ini, bahkan sanak famili Elviana juga tersebar di Mahulu dan Samarinda.
Saat dikunjungi di gerai yang ditempati, satu dari sekira 20 gerai UMKM dalam rangka Festival Hudoq tersebut, ia sedang menyulam manik pada taah, sementara yang melayani pembeli adalah anaknya yang ketiga, sehingga hampir setiap detik selalu ia manfaatkan untuk berkarya.
Bahkan setelah selesai menyulam manik, sambil berbincang santai pun ia melanjutkan menjahit dengan tangan, menambah aksesoris bluko yang telah dipesan oleh pembeli, kemudian dilanjutkan dengan membuat gelang manik.
Ia menjelaskan, berbagai kerajinan tangan khas dari beberapa subsuku Dayak yang dijual di arena pameran tersebut bervariasi antara Rp20 ribu hingga Rp900 ribu, tergantung pada tingkat kesulitan, bahan, bentuk, dan, besar kecilnya produk.
"Misalnya, yang paling murah adalah gelang manik hanya Rp20 ribu, karena selain bahan murah juga mudah dibuat. Kemudian dompet atau tempat HP dari anyaman rotan antara Rp150 ribu-Rp180 ribu, dan paling mahal adalah bluko antara Rp700 ribu-Rp900 ribu, karena selain bahan yang sudah mahal juga tingkat kesulitan pembuatan," katanya lagi.
Dari pantauan langsung, keramaian pembeli bukan hanya di Bazar UMKM, tetapi juga di lapak khusus kuliner baik makanan maupun minuman, warung dan toko kelontong, karena ribuan pengunjung dan partisipan yang datang di festival ini dipastikan mengonsumsi kebutuhan sehari-hari, termasuk kebutuhan penginapan.
Pewarta : M.Ghofar
Editor :
Follow media sosial kami untuk mendapatkan produk terbaik, informasi, pengalaman menarik dan inspiratif.
Kami adalah e-commerce hybrid, sebuah rumah untuk memasarkan produk UMKM Indonesia kualitas terbaik. Nikmati produk kuliner, fashion, kriya, minuman herbal, dan jasa. Juga rubrik Inspiring Life, Jurnal & Peraturan, Berita.